KeMenkop Minta Pemda Kembangkan Sumber Pembiayaan UMKM
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi dan UKM meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk secara simultan mengembangkan sumber pembiayaan bagi UMKM di daerah.
Lembaga Keuangan Mikro Syari'ah
Tags:
BANJARMASIN,- Hampir Rp53 miliar sudah, pemerintah mengucurkan dana untuk pengembangan koperasi konvensional. Namun hingga kini perkembangannya tidak memperlihatkan tanda-tanda kemajuan. Bahkan ada beberapa koperasi konvensional yang gulung tikar.
Dalam beberapa dekade terakhir usaha perkoperasiaan di Johor mengalami perkembangan yang tumbuh dengan pesat. Beberapa koperasi di negara bagian ini kerap menjadi koperasi terbaik di Malaysia. Bahkan sejumlah tokoh koperasi nasional di Malaysia mengawali karir koperasi di Johor.
Komisi VI DPR RI mehendaki pelaksanaan Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) diawasi secara ketat. “Kadin harus ikut mengawasi pelaksanaan ACFTA”, Kata Ida Ria (F-Demokrat). Setelah Rapat Dengar Pendapat dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin).
LAZNAS BMT ICMI COLLEGE, merupakan pusat pendidikan dan pelatihan nasional sumber daya insani BMT, entepreuneur, social leaders dan kader-kader pembangunan masyarakat berbasis unggulan lokal. Merupakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional LAZNAS BMT ICMI (Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal wat Tamwil) yang sejak 2002 dijadikan sebagai sumber mata air bagi lahirnya generasi bangsa, penerus umat yang berkualitas, mandiri, berketeladanan, berilmu pengetahuan, berspritualitas sempurna dan berkarya besar.
LAZNAS BMT ICMI sebagai payung nasional BMT seluruh Indonesia lebih lanjut secara profesional mengembangkan model-model pendidikan dan pelatihan Baitul Maal BMT, Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) dan Community Development yang sejak 1995 telah dipelopori dan dikembangkan di lingkungan masyarakat oleh lembaga umat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Bank Muamalat Indonesia (BMI) sebagai pendiri LAZNAS BMT ICMI.
Mencetak Sumber Daya Insani Enterpreuner, Penggerak dan Pendamping Masyarakat Sejak awal LAZNAS BMT ICMI menyadari bahwa SDM pengelola Baitul Maal BMT, Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) dan tenaga pendamping pemberdayaan masyarakat merupakan asset utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya insani pembangunan bangsa. Seiring dengan bertambah pesatnya pertumbuhan BMT dan meningkatnya tuntutan pelayanan kepada masyarakat baik dalam bidang penggalangan, pegelolaan, pendayagunaan zakat, infaq dan shadaqah maupun dalam pengembangan usaha bisnis (simpan pinjam syariah) anggotanya, pendampingan kelompok usaha, pembinaan networking, strategic revolving fund, manajemen, akutansi, marketing, negosiasi dan berbagai skill lainnya yang merupakan prasyarat yang harus dimiliki insan BMT dan pelopor pembangunan dan pendamping masyarakat miskin.
BMT (Baitul Maal wat Tamwil) sebagai lembaga keuangan mikro syariah, sejak 1995 telah tumbuh dan berkembang dengan cepat, bahkan menjadi fenomena menarik dalam dunia pemberdayaan usaha mikro yang berbasis grass root di tanah air. BMT-BMT yang ditumbuhkan oleh Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK), kini jumlahnya mencapai 3212 yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Penguatan SDM pengelola BMT yang profesional baik dalam aspek manajemen Baitul Maal, Baitul Tamwil, lembaga keuangan mikro syariah, Da’i Fakir Miskin BMT atau Tenaga Pendamping Pemberdayaan Masyarakat merupakan keharusan sebagai antisipasi perubahan dan tuntutan kebutuhan yang semakin kompetitif. Perkembangan dan pertumbuhan BMT yang cukup pesat harus diimbangi dengan penguatan SDM-nya yang terus menerus sehingga BMT dapat berkompetisi secara sehat dan tangguh.
Dinas Koperasi dan Usaha Menengah (UKM) Sumatera Utara menggelar kegiatan konsultan tentang tata cara pendirian koperasi, permodalan/pembiayaan, pemasaran dan pengembangan disain produk di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU).
Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan mengungkapkan, kementeriannya berencana menggunakan anggaran tambahan ini untuk membiayai beberapa program, yakni pengembangan pasar tradisional dan UKM. Untuk revitalisasi pasar tradisional, Syarief bilang, butuh tambahan dana sebesar Rp 256 miliar. “Ini untuk pembangunan, rehabilitasi, dan pemberdayaan 225 pasar dan 1.050 pedagang kakilima,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi Koperasi dan UKM (VI) DPR, Selasa (13/4).
Hal tersebut mengemuka saat Raker lanjutan dengan Komisi VI yang membahas tentang APBN-P 2010, yang dpimpin oleh Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto, di ruang Rapat Komisi VI DPR, Senin (12/4).
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) memastikan sembilan bank lagi akan berpartisipasi menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) pada 2010.Bank tersebut antara lain BCA, BH, Bank Mega, Bank Panin, Bank Danamon, Bank Niaga, Bank Jabar, dan Bank Nagari (bank pembangunan daerah Sumatra Barat).
Sebelumnya bank penyalur KUR ini berjumlah enam bank yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, Bukopin, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Tabungan Negara.
Asisten Deputi Pembiayaan dan Penjamin Kredit Kemenneg KUKM Edi Setiawan, di Mamuju, Jumat (26/3), mengatakan, melalui program bantuan pengembangan koperasi di bidang pembiayaan, pihaknya menyiapkan dana bagi kelompok perempuan pelaku usaha mikro/koperasi untuk 1.500 kelompok usaha atau koperasi.
Berdiri pada 1973, Rabobank Foundation memfokuskan aktivitasnya pada keuangan mikro, pengembangan rantai pemasok, dan pengembangan koperasi di pedesaan. Prinsip koperasi dipilih, karena lembaga ini percaya bahwa pemberdayaan ekonomi lemah tidak hanya butuh dukungan finansial. Satu paket program yang terintegrasi dan terencana baik merupakan fondasi pemberdayaan itu. Mereka menyebut dukungan terintegrasi itu sebagai platform supply chain .© 2010 ·BMT Rakyat Membangun Modified by Nataludin |Created by SAN Success Network | Original template by TNB