Tampilkan postingan dengan label Liputan Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liputan Informasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Agustus 2010

Megawati Institute: Target RAPBN 2011 Pesimistis

Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Megawati Institute Arief Budimanta mengatakan, target Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 yang diajukan pemerintah pesimistis.

"Ini seperti trik pemerintah dengan membuat target RAPBN selalu pesimistis, jadi seolah-olah hasilnya pemerintah selalu melebih target, padahal tanpa perlu bekerja, target pemerintah itu bakal tercapai," katanya dalam diskusi di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, dalam RAPBN 2011, pemerintah hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi 6,3 persen, dengan inflasi 5,3 persen. Sedangkan nilai tukar diperkirakan Rp9.300 per dolar AS dengan suku bunga SBI tiga bulan 6,5 persen.

Lifting minyak sebesar 970 ribu barel per hari, rasio pajak terhadap PDB mencapai 12 persen dan rasio pendapatan negara bukan pajak (PNBP) mencapai 3,5 persen.

Angka-angka itu, menurut dia sangat konservatif. "Pemerintah tidak usaha bekerja juga target itu terlampaui," katanya.

Ia mengatakan, Megawati Institute pada 2011 memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6,5-7 persen lebih tinggi dari pemerintah dan dengan inflasi yang lebih rendah yaitu 4,5-5,0 persen.

"Kita memahami saat ini pertumbuhan ekonomi dunia terus bergerak, berbagai negara yang sebelumnya melambat ekonominya Eropa, Jepang, Amerika kini terus membaik dan kondisi perekonomian dunia juga membaik," katanya.

Sementara itu, untuk nilai tukar ia mengatakan berada pada level Rp8.500-Rp9.000 per dolar AS, seiring dengan aliran dana yang terus masuk.Sedangkan suku bunga SBI tiga bulan diperkirakan bisa mencapai 5-5,5 persen .

Lifting minyak, menurut dia tak banyak berbeda dengan pemerintah di sekitar 960-975 ribu barel per hari. Selain itu, ia meyakini pemerintah harusnya mampu untuk meningkatkan rasio penerimaan pajak terhadap PDB di atas dari 13,5 persen dan rasio PNBP terhadap PDB lebih besar daripada 3,9 persen.

"Namun kenapa pemerintah hanya menargetkan rasio penerimaan pajak 12 persen dan rasio PNBP 3,5 persen," katanya.

Ia mengatakan, target-target pemerintah tersebut menunjukkan pemerintah tidak ingin bekerja keras. "Pemerintah ini kan hanya citra saja, seolah-olah target bisa terlampaui, tapi sebenarnya tanpa pemerintah pun, target-target itu pasti terlampaui, ini trik pemerintah agar dikatakan berhasil," katanya.

Sumber; yahoo News, Antara - Jumat, 27 Agustus
Read More

Penyaluran Kredit Meningkat Rp 7,3 Triliun Dalam Sepekan


TEMPO Interaktif, Jakarta --Penyaluran kredit perbankan mengalami peningkatan Rp 7,34 trilun dalam sepekan terakhir. "Rentang suku bunga dasar kredit industri perbankan turun 5 basis poin," Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah melalui surat elektronik, 26 Agustus 2010.

Sejak awal tahun hingga pekan ketiga Agustus ini , kredit tumbuh 11,85 persen dibanding periode yang sama tahu lalu, pertumbuhan sudah mencapai 19,5 persen.

Suku bunga dasar kredit rupiah turun dari 5,91 persen menjadi 5,85 persen. Turunnya suku bunga dasar kredit rupiah disebabkan turunnya bunga bank swasta sebesar 9 basis poin.

Penurunan terbesar terjadi pada kelompok bank kecil yang turun 12 basis poin. Bank besar mengalami penurunan 7 basis poin dan bank menengah tidak mengalami perubahan.

Peningkatan kredit juga diiringi naiknya dana pihak ketiga. "Setelah turun selama dua minggu terakhir, DPK naik cukup besar," kata Difi. Dana pihak ketiga tumbuh sebesar Rp 11,03 triliun atau tumbuh 5,04 persen sejak awal tahun. Pertumbuhan tahunan dana pihak ketiga  mencapai 14,52 persen.

Kenaikan dana pihak ketiga berasal dari rupiah sebesar Rp 7,76 triliun dan valas Rp 3,27 triliun. Kenaikan terbanyak berasal dari giro sebesar Rp 10,38 triliun dan deposito Rp 2,05 triliun. Tabungan justru mengalami penurunan sampai Rp 1,4 triliun. "Kenaikan giro terkait meningkatnya penyaluran kredit dan transaksi nasabah besar," kata dia.

FAMEGA SYAVIRA

Sumber: Yahoo News, Tempo - Kamis, 26 Agustus 2010
Read More

Harga Cabai Perlahan Turun

VIVAnews - Harga cabai yang dikeluhkan masyarakat perlahan mulai turun. Harga cabe menurun ditengah kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran.

Menurut Kasubdit Hasil Pertanian dan Kehutanan Pariaman Sitorus, berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga cabai mulai turun dari Rp33.367 per kg pada Juli menjadi Rp31.896 per kg pada Agustus. Sedangkan bawang merah turun dari Rp20.611 per kg menjadi Rp19.172 per kg.

Berdasarkan catatan BPS, cabai rawit turun dari Rp29.640 per kg di Juli menjadi Rp28.285 per kg pada Agustus. Sedangkan untuk cabai merah turun dari Rp36.504 per kg bulan lalu menjadi Rp28.848 bulan ini.

"Penurunan harga paling besar di cabe merah," ujarnya di Kementerian Kominfo di Jakarta, Kamis 26 Agustus 2010.

Meski harga cabai merah harganya sudah turun, namun fokus utama adalah penurunan harga beras. Harga beras mengalami kenaikan rata-rata 2,5 persen. Pasalnya, beras menjadi kontributor inflasi yang cukup besar. Parimana mencontohkan, untuk inflasi Juli 1,57 persen, beras menyumbang inflasi sebesar 0.26 persen.

Untuk beras medium harga rata-rata di seluruh Indonesia bulan Agustus Rp6.662 atau naik dibanding Juli Rp6.500. Gula pasir Rp10.714 naik dibanding Juli Rp10.390. Untuk minyak goreng kemasan harganya turun dari Rp8.634 pada Juli menjadi Rp8.543 pada Agustus. Minyak goreng curah naik dari Rp9.341 pada Juli naik menjadi Rp9.747 pada Agustus.

Sementara itu, harga daging sapi naik dari Rp65.689 per kilo gram pada Juli naik Rp67.840 per kg. Daging ayam juga mengalami kenaikan dari harga rata-rata Rp25.595 per kg pada Juli menjadi Rp26.325 di Agustus. Sedangkan telur ayam ikut naik Rp15.963 per kg pada Juli naik menjadi Rp16.671 pada Agustus.

Kendati demikian, kenaikan tepung terigu sangat tipis, yaitu Rp7.505 per kg pada Juli menjadi Rp7.510 per kg pada Agustus.

Sumber: Yahoo News, By Antique, Nur Farida Ahniar - Kamis, 26 Agustus 2010
Read More

Rupiah Bisa Melemah ke 9.000/US$

VIVAnews - Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta diprediksi akan mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada transaksi menjelang akhir pekan ini, Kamis, 26 Agustus 2010.

Menurut Aruman, dealer valas PT Bank Mutiara Tbk, sentimen negatif rupiah pada transaksi hari ini lebih terpicu meningkatnya permintaan dolar AS menjelang akhir bulan ini. "Tapi hal ini hanya bersifat wajar, di mana ada permintaan dari korporat menjelang tutup bulan," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, hari ini.

Sedangkan pelemahan mata uang regional terhadap dolar AS yang tidak terlalu tajam, kata dia, tidak terlalu berpengaruh signifikan ke kurs rupiah. "Namun, kalau mata uang asing terus melemah terhadap dolar AS, bisa mendorong rupiah melemah kembali ke level 9.000 per dolar AS," tutur Aruman.

Pada saat dibuka pagi tadi, Aruman mengatakan rupiah melemah ke level 8.980-8.985 per dolar AS.

Berdasarkan data transaksi di Bloomberg hari ini pukul 08.45 WIB, mata uang nasional itu bergerak di posisi 8.987 per dolar AS. Sedangkan pada penutupan Rabu 25 Agustus 2010, di pasar spot antarbank Jakarta, mata uang lokal itu berakhir pada posisi 8.976 per dolar AS.

Sementara itu, menurut data kurs tengah mata uang asing Bank Indonesia kemarin, rupiah bertengger di level 8.976 per dolar AS dari perdagangan sehari sebelumnya yang berakhir di posisi 8.974 per dolar AS.

Sumber: Yahoo News, By Antique - Kamis, 26 Agustus 2010
Read More

Malaysia Raup Dana Besar dari Bisnis Bank RI

VIVAnews - Buntut penahanan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Indonesia oleh Polisi Laut Malaysia (MPM) di perairan Tanjung Berakit, Bintan, 13 Agustus 2010 memicu memanasnya kembali hubungan Indonesia dan Malaysia. Aksi demonstrasi pun marak sejak awal pekan ini di Jakarta.
Namun, merebaknya aksi unjuk rasa itu direspons oleh Menteri Luar Negeri Malaysia, Anifah Aman, dengan melontarkan pernyataan paling keras sejak aksi demonstrasi itu kian marak. Bahkan, Malaysia siap mengeluarkan saran-saran perjalanan (travel advisory) kepada warganya berhati-hati ke Indonesia.
Meski demikian, di sektor bisnis, Malaysia sudah cukup jauh melangkah ke Indonesia. Malaysia telah merambah ke berbagai sektor bisnis strategis di Indonesia, mulai sektor telekomunikasi, perminyakan, perkebunan, perbankan, penerbangan, dan berbagai sektor bisnis lainnya.
Mereka memanfaatkan pasar Indonesia yang cukup besar. Jumlah penduduk 237 juta jiwa merupakan target besar untuk menjaring keuntungan dari negeri ini, ketimbang jumlah penduduk Malaysia yang hanya 27 juta jiwa.
Tengok saja di bisnis perbankan. Di Indonesia, dua bank papan atas dikuasai oleh Malaysia, yakni PT Bank CIMB Niaga Tbk dan PT Bank International Indonesia Tbk (BII). Dua bank ini masuk 10 besar bank di Indonesia, bahkan CIMB berada di peringkat lima dari sisi aset.
CIMB Niaga misalnya. Berdasarkan data laporan keuangan per 30 Juni 2010, aset bank milik perusahaan Malaysia melejit menjadi Rp126,33 triliun. Padahal, pada akhir 2007, aset Bank CIMB Niaga baru mencapai Rp93,79 triliun.
Selama periode itu, Bank CIMB Niaga mampu menghimpun simpanan dari nasabah senilai Rp106,17 triliun hingga akhir Juni 2010. Sedangkan, CIMB Niaga meraup laba Rp1,1 triliun hanya dalam semester I 2010.
Selain CIMB Niaga, perusahaan jasa keuangan Malaysia juga memiliki BII. Bank bekas milik Grup Sinar Mas ini memiliki dana pihak ketiga Rp48 triliun dan aset Rp61 triliun pada akhir 2009. BII memiliki 261 kantor di Indonesia.
Jika ditotal, aset CIMB Niaga dan BII mencapai Rp187 triliun. Jumlah ini memang masih kalah dibandingkan dengan aset bank yang dikendalikan pemerintah atau pengusaha nasional, seperti Bank Mandiri, BRI, BCA dan BNI.
***
Masuknya Malaysia ke bisnis perbankan Indonesia itu bermula dari kebijakan pemerintah membuka keran bagi investor asing untuk membeli bank-bank yang dikuasai oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Itu berawal pada November 2002, Commerce Asset-Holding Berhad (CAHB), atau dikenal sebagai CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group Holdings), Malaysia, mengakuisisi mayoritas saham PT Bank Niaga Tbk (BNGA) dari BPPN.
Sebelumnya, selama beberapa waktu, pemerintah Republik Indonesia pernah menjadi pemegang saham mayoritas Bank Niaga saat terjadinya krisis keuangan di akhir 1990-an.
Selanjutnya, pada Agustus 2007, seluruh kepemilikan saham berpindah tangan ke CIMB Group. Langkah itu merupakan bagian dari reorganisasi
internal untuk mengonsolidasi kegiatan anak perusahaan CIMB Group dengan platform universal banking.
Pada transaksi terpisah, Khazanah, pemilik saham mayoritas CIMB Group Holdings mengakuisisi kepemilikan mayoritas Lippo Bank pada 30 September 2005. Tiga tahun kemudian, seluruh kepemilikan saham Lippo Bank berpindah tangan ke CIMB Group pada 28 Oktober 2008.
Guna mematuhi kebijakan Single Presence Policy (SPP) yang ditetapkan Bank Indonesia (BI), sebagai pengendali Bank Niaga (melalui CIMB Group) dan Lippo Bank sejak 2007, Khazanah pun memandang penggabungan (merger) sebagai suatu upaya yang harus ditempuh.
Penggabungan dua bank pun terealisasi dan merupakan merger pertama di Indonesia terkait kebijakan SPP. Pada Mei 2008, nama Bank Niaga berubah menjadi Bank CIMB Niaga. Bergabungnya Lippo Bank ke dalam Bank CIMB Niaga itu diklaim sebagai lompatan besar di sektor perbankan Asia Tenggara.
Akan halnya BII, juga dilepas oleh BPPN kepada konsorsium Sorak pada Desember 2003. Konsorsium Sorak terdiri dari Asia Financial Holdings Pte. Ltd, Kookmin Bank, ICB Financial Group Holdings Ltd dan Barclays Bank PLC.
Namun, pada 30 September 2008, 55,51 persen saham Sorak diambilalih oleh Mayban Offshore Corporate Services (Labuan) Sdn. Bhd, anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Malayan Banking Berhad (Maybank). Maybank adalah salah satu grup bisnis perbankan besar di Malaysia. (hs)

Sumber: Yahoo NewsBy Arinto Tri Wibowo - Kamis, 26 Agustus 2010
Read More

Bank Ramai-ramai Tolak Fee OJK

VIVAnews - Perbankan bakal beramai-ramai menolak biaya (fee) pengawasan yang direncanakan dipungut Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Alasannya, bank telah dibebani untuk membayar premi di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan juga membayar pajak.

Menurut Ketua Perhimpunan Bank-bank Nasional Swasta (Perbanas), Sigit Pramono, bank memilih untuk tetap diawasi, namun tidak perlu membayar fee.

"Perbankan keberatan dikenai tambahan beban biaya," ujar Sigit pada rapat Pansus OJK di gedung DPR, Jakarta, Rabu 25 Agustus 2010.

Menurut dia, anggota Perbanas tidak semuanya bank besar, sehingga keberatan jika dibebankan biaya tambahan.

Sementara itu, Sekretaris Umum Asosiasi Bank-bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Bambang Sutrisno juga menolak pembiayaan OJK dibebankan kepada perbankan. Alasannya, sebagai badan usaha, perusahaan telah membayar pajak dan kewajiban lainnya.

"Jadi kurang pada tempatnya kalau pembiayaan OJK dibebankan kepada kami," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Sekjen Persatuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Joko Suyanto, yang meminta BPR tidak dipungut biaya apa pun karena terbatasnya dana.

Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Winny Erwindia, juga mengamini usulan Perbanas agar OJK tidak membebankan biaya pengawasan kepada industri.

Sumber: Yahoo News,  By Arinto Tri Wibowo, Nur Farida Ahniar - Kamis, 26 Agustus
Read More

Awas, Uang Palsu di Penukaran Pinggir Jalan

VIVAnews - Bank Indonesia (BI) meminta masyarakat waspada terhadap uang palsu yang diselipkan di pecahan uang baru yang ditawarkan di pinggir jalan. Sebab, jumlah uang palsu menjelang lebaran mengalami kenaikan.

"Kami tidak menutup keinginan masyarakat membeli uang di pinggir jalan. Namun, harus juga waspada, kadang-kadang diselip, atau mungkin jumlahnya tidak 100 lembar," kata Deputi Gubernur BI, Budi Rochadi, usai meninjau lokasi penukaran uang di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Rabu 25 Agustus 2010.

Read More

Sabtu, 21 Agustus 2010

Harga Gula dan Beras di Medan Tinggi


Liputan6.com, Medan: Sebanyak tujuh menteri bidang ekonomi dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa mengunjungi Pasar Petisah di Medan, Sumatra Utara, Sabtu (21/8). Para menteri mendapati harga sejumlah komoditi seperti gula, beras, dan minyak goreng masih tinggi. Menyikapi kenaikan itu, Hatta Radjasa menyatakan pemerintah berupaya untuk melakukan operasi pasar. Sedangkan harga cabai, daging sapi, dan sayur stabil.

Kedatangan Hatta Radjasa juga didampingi Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian MS. Hidayat, Menteri Keuangan Agus Martowardoyo, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perhubungan Freddy Numberi, dan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar. Kunjungan berlangsung 30 menit.

Setelah operasi pasar, rombongan melanjutkan perjalanan meninjau ke pasar murah di Gelanggang Olahraga Medan. Berikutnya mereka bertolak ke PT Pelindo I Belawan.(AIS)

Sumber: Sumatera Yahoo News,  Liputan 6 - Sabtu, 21 Agustus 2010
Read More

Sabtu, 05 Juni 2010

Maksimalisasi Koperasi Syariah Kembangkan Ekonomi Kerakyatan Di Sumatera Utara

Pusat Koperasi Syariah – BMT Sumatera Utara (PusKopSyah BMT Sumut) menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Ekonomi Syari’ah dengan Thema “Maksimalisasi Koperasi Syari’ah Kembangkan Ekonomi Kerakyatan Di Sumatera Utara”. Pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Manunggal, Kabupaten Deli Serdang. Pelatihan ini dilaksanakan secara mandiri yang diikuti dari koperasi-koperasi yang baru berdiri diantaranya Koperasi Syari’ah BMT STAIS Tebing Tinggi Deli, KSU Syariah BMT Rakyat Membangun Kabupaten Deli Serdang, KSU Syariah Hidayah Kabupaten Deli Serdang, dan KSU Gema Bina Mandiri Kota Medan.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para pengelola dan pengurus dibidang pengelolaan operasional perkoperasian syari’ah. Pelatihan ini dilaksanakan dari tanggal 04 s/d 07 Juni 2010 yang difasilitasi dari tim fasilitator PusKopSyah BMT Sumatera Utara.

Bapak Yusman sebagai Ketua PusKopSyah BMT Sumatera Utara mengatakan pada saat pembukaan pelatihan, bahwa bahwa pelatihan seperti ini sangat jarang terjadi karena beberapa koperasi syariah berinisiatif menawarkan kerjasama dengan PusKopSyah BMT Sumut, baru ketiga kalinya dengan biaya mandiri. Dan pelatihan seperti ini akan lebih cepat memacu kemandirian koperasi syari’ah BMT didalam melayani anggotanya, dan juga ekonomi syari’ah adalah salah satu yang paling tepat menyelesaikan krisis permodalan bagi usaha kecil yang langsung maupun tidak langsung menjadi anggota atau tidak menjadi anggota akan tetap dilayani karena pengelola dan pengurus koperasi sebagai pendamping usaha masyarakat, serta tumbuhnya koperasi syari’ah menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda dan menumbuh suburkan semangat wirausaha/entrepreneurship dikalangan generasi muda. Dan akhirnya saya ucapkan terima kasih kepada 4 koperasi yang berinisiatif melaksanakan pelatihan ini.


Kegiatan pelatihan ini akan ditutup sekaligus dengan kegiatan penyuluhan pendirian koperasi oleh tim penyuluh Dinas Koperasi & UKM Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang.

Bapak Misgiat, S,Sos sebagai Kepala Desa Manunggal, mengatakan dengan tumbuhnya koperasi-koperasi syari’ah di wilayah administrasi kerjanya sangat membantu pertumbuhan peningkatan ekonomi UKM dan masyarakat umumnya, hal ini perlu didukung dari berbagai pihak masyarakat yang mampu untuk membangun gerakan tabungan dan simpanan investasi yang dapat digunakan untuk tujuan peningkatan ekonomi kesejahteraan rakyat.

“Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini, para pengelola dan pengurus koperasi bisa mematangkan ilmu serta mengimplementasikan kemampuannya di koperasinya masing-masing, ini merupakan harapan panitia penyelenggara pelatihan ini.

Read More

Selasa, 01 Juni 2010

Modal Awal koperasi Syariah

Oleh Edwin Ardiansyah on February 13, 2009 koperasisyariah.com

Koperasi Syariah berdiri untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta turut membangun tatanan perekonomian yang berkeadilan sesuai dengan prinsip-prinsip islam.

Membentuk koperasi memang diperlukan keberanian dan kesamaan visi dan misi di dalam intern pendiri. mendirikan koperasi syariah akan memerlukan perencanaan yang cukup bagus agar tidak berhenti di tengah jalan.

mendirikan koperasi syariah harus memiliki modal awal, modal awal ini dikumpulkan dari anggota koperasi. koperasi syariah agar diakui keabsahannya hendaklah disahkan oleh notaris, biaya pengesahan relatif tidak begitu mahal berkisar 300 ribu rupiah.

Modal Awal koperasi bersumber dari dana usaha,dana-dana ini dapat bersumber dari dan diusahakan oleh koperasi syariah, misalkan dari Modal Sendiri, Modal Penyertaan dan Dana Amanah.

Modal Sendiri didapat dari simpanan pokok, simpanan wajib, cadangan, Hibah, dan Donasi, sedangkan Modal Penyerta di dapat dari Anggota, koperasi lain, bank, penerbitan obligasi dan surat utang serta sumber lainnya yang sah. Adapun Dana Amanah dapat berupa simpanan sukarela anggota, dana amanah perorangan atau lembaga.


Sumber: http://www.koperasisyariah.com/modal-awal-koperasi-syariah/#comment-80 Tagged as: Definisi Koperasi, Koperasi Syariah, modal awal koperasi
Read More

Cegah Ijon Pemkot Bandung Buat 40 Koperasi Syariah

Republika OnLine » Breaking News » Ekonomi
Selasa, 21 Juli 2009, 19:46 WIB

BANDUNG--Untuk melindungi warga Kota Bandung dari praktik ijon dan riba, Pemkot Bandung mendirikan 40 koperasi syariah di 30 kecamatan yang ada di Bandung. Menurut Wali Kota Bandung, Dada Rosada, Pemkot Bandung menggarkan dana bantuan di APBD untuk membentuk 40 koperasi syariah itu. Masing-masing koperasi memperoleh bantuan dana Rp 20 juta.

''Kami berharap, masyarakat Bandung tidak ada yang terjerat ijon atau riba jadi koperasi syariah ini dibentuk. Kalau anggarannya ada, di 2009 ini kami ingin menggarkan dana lagi untuk memperbanyak koperasi syariah,'' ujar Dada Rosada kepada wartawan usai Peringatan Hari Koperasi ke 62, Selasa (21/7).

Menurut Dada, di beberapa kecamatan koperasi syariah itu ada yang sudah berkembang. Satu kecamatan, bahkan sudah ada yang memiliki beberapa koperasi syariah. Dana yang diberikan Pemkot Bandung, sifatnya hibah atau pemberian jadi pengurus koperasi tidak perlu mengembalikan kembali dana itu ke Pemkot.

''Mereka tidak perlu mengembalikan dana yang kami berikan. Silahkan saja, kelola sendiri untuk mengembangkan koperasi syariah itu,'' ujar Dada.
Dada mengaku, keberadaan koperasi syariah sangat membantu usaha kecil menengah (UKM) yang ada di Kota Bandung. Karena, sistem bagi hasil tidak menyebabkan UKM terjerat oleh bunga yang besar. Jumlah koperasi di Kota Bandung termasuk syariah, kata dia, seluruhnya ada 2.376 dengan jumlah anggota 535.550.

Menurut Dada ada tiga persoalan mendasar yang dihadapi koperasi di Kota Bandung. Yaitu, citra sebagai golongan ekonomi lemah dan pemburu fasilitas, kontribusi nominal yang masih rendah dibanding badan usaha lain, serta semakin berkurangnya kesadaran bergotong royong melalui koperasi.

Padahal, kata dia, kalau masalah itu bisa diatasi koperasi cukup efektis berperan sebagai lembaga keuangan non perbankan penyedia kerja dan kesempatan berusaha. Sehingga, bisa diandalkan untuk mengembangkan ekonomi didaerah.
''Saya berharap potensi Koperasi dan UKM lebih dioptimalkan lagi. Namun sebagai badan usaha yang berorientasi laba, koperasi juga harus menunjukan kekokohan institusional, profesional usaha juga kemandirian,'' katanya.

Menurut Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Industri Perdagangan (Diskop UKM dan Indag) Kota Bandung, Nana Supriatna, dari 2.376 koperasi yang ada di Kota Bandung sekitar 80 persennya merupakan koperasi aktif sisanya atau sekitar 20 persen tidak aktif. Untuk mengembangkan koperasi syariah, kendalanya masih kurangnya pemahaman di masyarakat tentang konsep koperasi syariah itu.

''Banyak masyarakat yang belum memahami konsep koperasi syariah jadi salah satu kendala untuk mengembangkan koperasi syariah itu,'' kata Nana. kie/pur
Red: Republika Newsroom

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/09/07/21/63845-cegah-ijon-pemkot-bandung-buat-40-koperasi-syariah
Read More

Koperasi Konvensional Makin Terpuruk

BANJARMASIN,- Hampir Rp53 miliar sudah, pemerintah mengucurkan dana untuk pengembangan koperasi konvensional. Namun hingga kini perkembangannya tidak memperlihatkan tanda-tanda kemajuan. Bahkan ada beberapa koperasi konvensional yang gulung tikar.

Hal tersebut disampaikan Robinson Sitepu dari Dinas Koperasi Kalsel di sela-sela kegiatan Pelatihan dan Lokakarya Perkembangan bisnis koperasi syariah yang berlangsung di Koperasi Jasa Keuangan Syariah Teladan, kemarin.

Menurut Robbin, prospek koperasi berbasis syariah justru lebih menjanjikan di Kalsel. Karena itu perlu didorong agar koperasi syariah dapat lebih berkembang dibanding koperasi konvensional.

“Sekarang sudah ada 39 koperasi syariah di Kalsel dan baru satu yang paling berkembang pesat, yaitu koperasi jasa keuangan syariah (KJKS) Teladan. Koperasi ini akan dijadikan pilot project untuk perkembangan koperasi syariah di Kalsel,” ungkapnya.

Ditambahkan Robbin, seandainya ada tiga saja koperasi seperti KJKS Teladan di Kalsel, ia yakin akan bisa menyuarakan keberhasilan pengembangan koperasi syariah di Kalsel ke tingkat Nasional. “Tentunya ini akan menjadi nilai tambah paling penting bagi Kalsel,” ujarnya.

Salah satu upaya yang perlu dilakukan, kata Robbin, adalah rajin menggelar pelatihan-pelatihan, seperti yang dilakukan MUI bekerjasama Forum Komunikasi Koperasi Syariah Kalsel. Pada kegiatan itu ada sekitar 30 peserta yang mengikuti pelatihan.

Ketua Forum Komunikasi Koperasi Syariah Kalsel H Gt Mahfudz yang juga ketua KJKS Teladan menambahkan, pelatihan ini untuk meningkatkan SDM koperasi berbasis syariah. Sehingga mereka mampu mengembangkan koperasi syariah lebih profesional dan lebih mandiri.

“Ini upaya kami untuk mendorong perkembangan perekonomian syariah, lewat koperasi syariah,” tandasnya.

Sementara Prof Kustan Basri dari MUI Kalsel melihat, koperasi syariah sebagai salah satu lembaga yang bisa menjadi pemicu untuk peningkatan perekonomian syariah di Kalsel. Karena itu MUI sangat mendukung keberadaan koperasi syariah ini.(sya)

http://www.radarbanjarmasin.com/berita/index.asp?Berita=Ekonomi&id=66018
Read More

Jumat, 07 Mei 2010

58 PERSEN PENDUDUK INDONESIA BELUM MENABUNG DI BANK

Sekira 58 persen penduduk Indonesia belum memiliki tabungan di bank. Jumlah tersebut, menurut data Bank Indonesia sebanyak 40 juta orang tergolong masyarakat menengah ke bawah yang belum memiliki akses ke bank.

"Golongan itu seperti nelayan, petani, buruh, tukang parkir dan pedagang asongan. Kelompok masyarakat ini enggan menabung di bank karena setoran awal dianggap cukup besar yakni rata-rata Rp 100.000 dan kena biaya administrasi bulanan," kata Deputi Regional Bank Indonesia Sumut-NAD, Achmad Fauzie pada Dialog Publik dan Interaktif Gerakan Indonesia Menabung yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informasi bekerjasama dengan Pemprovsu, Selasa (4/5) di Hotel Tiara Medan.

Menurutnya, Bank Indonesia dengan industri perbankan sebelumnya telah melaksanakan program edukasi perbankan (ayo ke bank) yang dicanangkan 27 Januari 2008 lalu oleh ibu negara di Monas. Sebagai kelanjutan program tersebut, BI dan industri perbankan ingin menciptakan budaya menabung masyarakat melalui program Gerakan Indonesia Menabung.

Sementara pengamat ekonomi dari Indef, Aviliani, mengatakan terdapat dua sumber pembentukan modal pembangunan yaitu dari dalam dan luar negeri (Sadono, 1985 dalam Aprilia, 2003).

Modal dari dalam luar negeri bersumber dari bantuan luar negeri dan Penanaman Modal Asing (PMA). Bantuan luarnegeri dapat bersumber dari pemerintah, badan-badan internasional atau pihak swasta. Sedangkan modal dalam negeri bersumber dari tabungan sukarela masyarakat, tabungan pemerintah dan tabungan paksa.

Modal Produktif

Dikatakan, beberapa kondisi yang menyatakan tabungan mendukung pembangunan yaitu pertama, para penabung menggunakan tabungan tersebut untuk penanaman modal yang produktif dalam arti penanaman modal yang akan menaikkan jumlah barang dan jasa yang tersedia dalam masyarakat. Kedua, tabungan dialirkan ke badan-badan keuangan kemudian dipinjamkan pada para pengusaha yang ingin melakukan penanaman modal produktif.

"Berdasarkan data dari BI 2004 hingga 2009, jumlah tabungan nasional mencapai Rp732.056 Triliun, naik dari Rp721.828. Ini membuktikan budaya menabung masyarakat kian tumbuh,"ujarnya.

Sementara, Kadis Kominfo Pemprovsu Eddy Sofyan mengatakan budaya menabung bagi sebahagian besar warga Sumut telah dimiliki. Namun belakangan budaya tersebut semakin memudar seiring peningkatan sifat konsumtif di masyarakat.

"Dulu, budaya menabung digambarkan orangtua yang tampil sederhana demi menabung agar anaknya bisa sekolah ke jenjang lebih tinggi," katanya.

Rabu, 2010-05-05 07:53:20Wib Sumber: http://www.pemkomedan.go.id/news_detail.php?id=9102
Read More

KOTA MEDAN KE DEPAN JADI MOTOR PERTUMBUHAN EKONOMI DI SUMATERA UTARA

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Ir Syaiful Bahri Lubis mengatakan Kota Medan 10-20 tahun ke depan akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi di Wilayah Sumatera Bagian Utara.

"Kota Medan menjadi loko daripada kota lain yang ada di Sumatera Utara dan mengangkat pertumbuhan ekonomi wilayah lain," kata Syaiful Bahri kepada wartawan di Balaikota Medan, Selasa (4/5).

Syaiful menjelaskan, Kota Medan ke depan akan menjadi salah satu contoh kota metropolitan. Kini, rencana umum tata ruang sudah disiap Bappeda, dan disahkan gubernur dan kini tinggal menunggu pengesahan pusat yang dikelola Departemen PU Dirjen Penataan Ruang.

Dia menjelaskan, rencana umum tata ruang mengalami perubahan dari UU No 24 tahun 1992 ke UU No 26 tahun 2007 selang waktu RTRW dari 10 tahun menjadi 20 tahun.

Untuk itu, Kota Medan yang kini berpenduduk 2,5 juta ke depan bisa mencapai 5 juta jiwa. Makanya, sebagai kota yang tidak memiliki memiliki sumber daya alam (SDA) tapi Kota Medan memiliki kemampuan sumber daya buatan, industri, pengolahan barnag dan lapangan kerja. Akhirnya terjadi putaran ekonomi dan akhirnya peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Masalah perkotaan, lanjut lulusan Institut Teknologi Bandung ini, ada konsep, gambaran yang bisa menjadi contoh dan pemikiran yakni strategi penyusunan kebijakan dan strategi secara nasional masalah perkotaan yakni meningkatan peran kota sbagai pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Menyebarkan konsentrasi permbuhan perkotaan untuk mengetasi kemelut antarwilayah.

Pinggiran

Dia menjelaskan, harus ada pembangunan di semua lini di pinggiran dibangun, kawasan wisata dibangun dan kawasan bersejarah juga mendapat prioritas pembangunan.

"Pemko Medan saat ini sedang memperhatikan pembangunan kawasan wisata seperti Danau Siombak, dan kawasan sejarah seperti Situs China di Kota Bangun. Kini tanahnya sudah dibebaskan dengan APBD Kota Medan dengan bekerjasama sejarawan Unimed Ichwan Azhari," ungkapnya.

Strategi lain, menge depankan pem bangunan sosial budaya dan pem bangunan kemanusiaan di perkotaan. Menurutnya, SDM perkotaan harus diunggulkan makanya pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas kerja.

Selain itu, harus bisa memastikan kota mampu memanfaatkan potensi ekonomi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan kapasitas fiskal lokal.

Memacu pembangunan kebutuhan sarana dan prasarana perhubungan bagi masyarakat sesuai dengan ditetapkan fungsi yang ditetapkan karakteristik setempat serta berorientasi pada pola pembangunan kota yang berbasis angkutan umum massal. Artinya, untuk menghindari kemacetan angkutan massal harus disegerakan dan direncanakan.

"Kalau memang perlu diaktifkan kembali jalur kereta api dari Binjai ke Medan, jalur Medan ke Belawan, Medan ke Deli Tua atau Medan ke Tembung. Jika memang pemerintah tidak sanggup diswastakan," katanya.

Syaiful Bahri kalau dibuat jalan tol tidak akan mengurangi macet bahkan lebih mensengsarakan rakyat. Kalau bisa monorel seperti di Bangkok.

Dia juga menegaskan ke depan agar Kota Medan lebih baik Kota harus mampu meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan serta memfasilitasi munculnya kepemimpinna yang visioner dan meningkatkan kapasitas aparatur dan kelembagaan kota serta mendorong diterapkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik.

Dia menambahkan eks kawasan Bandara Polonia akan tetap menjadi Central Business Distrik (CBD) dimana sarana perkantoran dan perbelanjaan akan dikembangkan.

Rabu, 2010-05-05 08:29:32Wib
Sumber: http://www.pemkomedan.go.id/news_detail.php?id=9106
Read More

iB (ai-Bi) Perbankan Syariah Mendukung Investasi Properti di REI Expo 2010

Pameran properti Real Estat Ekspo 2010 yang digelar mulai tanggal 1 sd 9 Mei 2010 di Jakarta Convention Center (JCC) menghadirkan 98 perusahaan pengembang di 108 lokasi proyek pilihan, serta 9 Bank Syariah terkemuka untuk melayani masyarakat pengunjung yang ingin berinvestasi di sektor properti.

iB (ai-Bi) Perbankan syariah didukung oleh Bank Indonesia akan hadir di paviliun "Rumah iB" di REI Expo 2010, bersama BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, CIMB Niaga Syariah, Permata Syariah, Bank Syariah Bukopin, BTN Syariah dan HSBC Amanah. Di "Rumah iB", masyarakat dapat menikmati fasilitas KPR iB (ai-Bi) dari bank syariah dengan berbagai fitur yang menarik seperti cicilan tetap sampai akhir masa kontrak, masa pembiayaan hingga 15 tahun dan pelunasan awal tidak dikenai pinalti. Untuk mempercepat proses aplikasi, "Rumah iB" juga didukung oleh Bank Indonesia yang menyediakan Sistem Informasi Debitur (SID) bagi masyarakat yang ingin mengetahui tentang credit history-nya.

Pengunjung REI Expo 2010 juga akan dapat menemukan beragam produk iB lainnya di "Rumah iB", seperti Tabungan iB, Deposito iB, Wealth Management iB, Kartu Kredit iB, Multi Jasa iB, dll. Dengan demikian, "Rumah iB" ibarat one-stop-shopping bagi mayarakat yang ingin mencari fasilitas KPR yang menguntungkan dan juga produk-produk perbankan lain dari iB yang lebih dari sekedar bank.

Tidak hanya informasi terkait produk bank syariah, pengunjung juga bisa menikmati beragam hiburan serta informasi edukatif di "Rumah iB" yang menghadirkan: Musik Akustik Kotak, Musik Kaleng Go Green, Analisis Sidik Jari Talent Spectrum, Konsultasi Gratis Keuangan dan Investasi bersama Mike Rini, Talkshow "Design Rumah Hemat", Smart Money Games bersama Miki Rini, Live Broadcast oleh Delta FM dan Musik Akustik Jubing Kristianto, Talkshow "Renovasi Rumah Sehat", Bedah Buku "Fengshui Islam", "Dongeng Untuk Anak Bangsa" bersama 4 Punakawan, Talkshow "Lebih Untung Dengan KPR-iB" bersama Syafii Antonio, Workshop Fotografi dan Lomba Foto, serta ngobrol dengan Artis Film "Alangkah Lucunya (Negeri Ini)".

Kehadiran iB (ai-Bi) perbankan syariah dalam REI Expo 2010 pada tanggal 1 sd 9 Mei 2010 diharapkan dapat memberikan nilai tambah serta kesemarakan kepada pameran ini, yang digagas oleh Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) dan dilaksanakan oleh Debindo selaku Event Organizer. Sehingga masyarakat pengunjung dapat memperoleh manfaat yang semakin besar dari kunjungannya ke REI Expo 2010.

Informasi selengkapnya dapat diperoleh dilokasi pameran.

Biro Humas, Telp : (62-21) 381-7187 Fax : (62-21) 350-1867, E-mail : humasbi@bi.go.id
Sumber: http://www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/Berita/iB_rei_expo_2010.htm
Read More

LUNASILAH UTANG-UTANGMU !!!

PROF DR KOMARUDDIN HIDAYAT
Rektor UIN Syarif Hidayatullah


SUATU hari saya menghadiri pengajian di Jakarta yang isinya sederhana, namun cukup menyentuh hati. Pengajian ini dihadiri para eksekutif,profesional,intelektual, bahkan konglomerat yang haus siraman rohani.

Dalam pengajian itu seorang ustaz menyindir para jamaah tentang pentingnya membayar utang. Kurang lebih demikian katanya, “Saudara-saudara sekalian, sekarang Saudara sudah menjadi orang kaya,tapi tolong diingat apakah dulu ketika duduk di bangku sekolah atau kuliah masih mempunyai utang yang belum dibayar?

”Tentu saja sindiran ini membuat para jamaah cukup terperanjat sambil mesem-mesem dan tengok kanan tengok kiri. “Mungkin dulu salah satu dari Saudara makan tempe goreng empat potong,tetapi mengaku makan dua potong.Atau mungkin ketika tinggal di kontrakan atau kos masih menunggak uang sewa,lupa bayar listrik dan sebagainya, lalu keburu pergi.

Maka, hari ini saya ingatkan, tolong segera lunasi,” katanya lagi. Maka pecahlah tawa para jamaah. Itu berarti sindirannya telak mengenai sasaran. “Tolong sekarang lunasi, sebab kalau utang itu tidak dibayar, bisa menghalangi kita untuk masuk surga,” lanjut sang ustaz. Dengan bahasa yang lugas ustaz tadi menjelaskan tentang kewajiban membayar utang, sekecil apa pun jumlahnya.

Kalau tidak, hal-hal yang dianggap kecil bisa menjadi penghalang sesuatu yang besar. Ibarat kita memasukkan anak kunci untuk membuka pintu, ketika lubang itu terhalangi kerikil atau serpihan kayu yang kecil, akibatnya bisa fatal: anak kunci itu tak akan mampu membuka pintu.

Utang yang belum dilunasi akan menjadi penghalang bagi perjalanan rohani di akhirat kelak. Menurut riwayat, di antara siksa kubur yang akan dijumpai nanti adalah disebabkan oleh utang yang belum dilunasi. Di dunia pun orang yang tidak membayar utang (mengemplang)— padahal dia mampu untuk membayarnya— akan merusak martabat seseorang.

Di samping melawan hukum, secara moral dianggap tercela oleh masyarakat dan diyakini akan mempersempit pintu rezeki. Ceramah tadi telah menggugah kesadaran para jamaah untuk merenungkan kembali atau mengingat- ingat tentang utang masa lalu mereka.

Sekarang mungkin sebagian besar jamaah telah meraih kesuksesan dan hidup dalam kecukupan ekonomi, namun mungkin di masa lalu pernah mempunyai janji, tanggungan, utang dan sebagainya yang sadar atau tidak sadar,disengaja atau tidak disengaja, tapi masih belum dilunasi atau ditunaikan.

Dari pengalaman berbincang dan bersosialisasi dengan beberapa teman sambil main golf, saya memperoleh banyak cerita menarik bahwa apa yang dikatakan ustaz tadi memang benar. Saya mendengar ada beberapa teman yang sudah sukses di Jakarta,suatu hari sengaja berkunjung ke Yogyakarta menemui pemilik rumah kos dan warung langganannya dulu.

Dia sengaja untuk melunasi utangutangnya yang belum dibayar.Jumlah persisnya sudah lupa, tapi dia tidak ingin ketika meninggal masih memiliki utang, meskipun hanya senilai lima porsi makan untuk ukuran mahasiswa. Ketika datang ke Yogyakarta dan berhasil bertemu pemilik rumah kos dan warung langganannya, butuh waktu beberapa saat untuk saling mengingat-ingat karena sudah belasan tahun tidak bertemu.

Biasanya mereka datang dengan memberi uang lebih besar dari jumlah utangnya sebagai tanda terima kasih dan penebusan dosa. Tentu saja para pemilik warung yang sebagian besar sudah lanjut usia itu terkejut dibuatnya menerima rezeki nomplok yang tak terduga itu.

Sebenarnya apa yang telah dilakukan oleh mantan mahasiswa yang telah sadar ini bukan sekadar melunasi utang-piutang, tetapi juga berbagi kegembiraan. Mereka menebus kesalahan yang pernah dilakukan sambil memberi sesuatu yang lebih dari rezeki yang diperolehnya.

Niat baik untuk bersilaturahmi, membayar utang dan berbagi kegembiraan seperti yang mereka lakukan ini mengingatkan saya pada cerita-cerita tentang pengalaman orang-orang yang pernah mati suri atau mereka yang dalam istilah psikologi disebut dengan near death experiencer (NDE).

Mereka yang pernah mengalami mati suri dapat kita jadikan bahan renungan tentang kebenaran berita alam kubur. Sebagian besar mengalami, menyaksikan, dan meyakini bahwa semua utang yang belum terbayar itu datang menagih janji untuk dilunasi.Tentu saja waktu itu rohaninya merasa tersiksa.

Mereka mengalami sendiri bagaimana utang, janji, atau ucapan sekecil apa pun mempunyai konsekuensinya sendiri. Karena itu, janji memang harus ditepati, sebab setiap janji adalah utang (al-wa’du dainun). Bila Saudara hendak pergi umrah atau haji, lalu seseorang meminta didoakan dan disebut namanya di depan Kakbah, lalu kita jawab menyanggupi, maka itu sudah termasuk utang yang mesti dilunasi.

Kalau tidak, cerita teman yang pernah mati suri, hal itu pun akan dipertanyakan kelak di alam kubur. Karena itu, berhati-hatilah membuat janji. Jika tak sanggup melakukannya, jangan pernah menjanjikannya. Lalai menjalankan janji sekecil itu pun akan menjadi penghalang perjalanan rohani kita.Terlebih jika kita telah membuat nazar, derajat utangnya lebih berat.

Jadi,sekiranya kita tidak yakin sanggup untuk menyampaikan titipan salam atau mendoakan permintaan orang, sebaiknya jangan berkata menyanggupi mengingat janji kesanggupan itu akan tercatat sebagai utang yang mesti dibayar. Misalnya ada anak meminta doa kepada orang tuanya agar selamat di dalam perjalanan atau agar lulus ujian.

Sebaiknya saat itu juga orang tua mendoakan, agar segera lunas permintaan itu, daripada menyanggupi tetapi akhirnya lupa. Karena di antara kita pasti memiliki utang yang mungkin belum atau lupa membayarnya, maka Islam mengajarkan untuk saling bersilaturahmi dan memaafkan agar tak ada lagi utang di antara mereka yang tersimpan hingga ke liang kubur.

Kalau ada utang uang, misalnya, ada baiknya dikatakan terus terang untuk direlakan jika tidak sanggup membayarnya. Misalnya dengan ucapan; “Maafkan saya,bila mungkin masih punya utang, karena lupa atau kelalaian saya,baik yang disengaja atau tidak sengaja,mohon diikhlaskan.”

Islam memang agama kasih yang mengajarkan forgiveness (pemberian maaf), tapi Islam juga agama yang sangat menjunjung tinggi makna keadilan (justice), karena itu banyak nasihat dari Alquran dan Hadis yang menganjurkan tentang pentingnya memenuhi janji, membayar utang, menyelesaikan tunggakan, dan menyampaikan amanah.

Bahkan tak hanya utang uang dan harta benda yang harus dipenuhi oleh seorang hamba, utang ibadah pun harus dipenuhi. Contohnya, bagi orang yang tak mampu menjalankan puasa, maka harus menggantinya dengan fidyah. Semua utang hendaknya dilunasi demi kebaikan dan kebahagiaan perjalanan rohani kelak.(*)

Friday, 17-July-2009
Sumber: http://www.pemkomedan.go.id/serba_detail.php?id=158

Read More

Liputan Informasi Umum & Syari'ah

Liputan Informasi Koperasi Ekonomi Syariah Kemenneg KUKM Bank Syariah Dalam Negeri Informasi iB Kebijakan Bank Komunitas Dinas Koperasi dan UKM Politik Ekonomi Mikro Koperasi Syariah Bank indonesia Internasional Republika Online BMT Berbagi Pengalaman Resensi Buku APBN LKM Pasar Tradisional Pembiayaan Asbanda Asbisindo Bank Muamalat Indonesia (BMI) Bank Umum Syari'ah (BUS) Karir Manajemen Motivasi Perbanas Perbankan Syari'ah Bank Indonesia Perbarindo RAPBN Riba Suku Bunga ATM Ahad-Net International Al Ijarah Finance (Alif) Antara Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) BBM Bersubsidi BNI Syari'ah BPH Migas BPPN BPRS BTN Syari'ah Bagi Hasil Bank Pembangunan Asia (ADB) Bank Pembangunan Islam (IDB) Beras Cerita Sukses DPR Dinar dan Dirham Exer Indonesia GAIKINDO GS Engineering Contruction Corp Gross Tones (GT) Gula Industri Kecil Joint Financing Auto Muamalat K-link Kelompok Bank Indonesia Kerjasama Konversi Bank Syariah Koperasi Internasional Korea investment dan Securities Co Korean Association of Church Communication Kredit Usaha Rakyat Lembaga Penjamin Simpanan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Menteri ESDM Menteri Koordinator Perekonomian Menteri Perdagangan Menteri Perindustrian Minyak Tanah Multi Level Marketing Syari'ah(MLMS) Nasabah Nelayan Obligasi Syari'ah Offshore Corporate Service One Day Approval Organisasi Buruh Internasional (ILO) Otomatif PDB PNBP Pameran Pasar Petisah Medan Pastor Pemegang Saham Pendidikan Perbankan Perikanan Pertamina Premium Produk Properti PusKopSyah BMT Sumut Real Estate Real Time Online SBI SUKUK Situs Berita APIndonesia.Com Solar Sorak Finanial Holdings Pte Ltd Tabungan Tehnologi Teroris Tim Keuangan Syari'ah Korea UFO BKB Uang Palsu Unit Jasa Keuangan Mikro Unit Usaha Syari'ah Utang Indonesia